Candi Muara Jambi
![]() |
| Candi Gumpung |
Candi, bicara tentang candi. Kebanyakan orang di indonesia mungkin langsung mengetahui jika yang dikatakan adalah candi borobudur atau candi prambanan. Kedua candi ini adalah 2 candi yang cukup megah dan menyimpan nilai sejarah yang tinggi. Tetapi, tahukah anda bahwa ada satu kompleks candi yang masih tersimpan dan memiliki nilai potensi wisata tinggi. ? Jawabannya adalah kompleks "Candi Muaro Jambi".
![]() |
| Candi Astano |
Kompleks percandian Muaro Jambi pertama kali dilaporkan pada tahun 1823 oleh seorang letnan Inggris bernama S.C. Crooke yang melakukan pemetaan daerah aliran sungai untuk kepentingan militer. Baru tahun 1975, pemerintah Indonesia mulai melakukan pemugaran yang serius yang dipimpin R. Soekmono. Berdasarkan aksara Jawa Kuno pada beberapa lempeng yang ditemukan, pakar epigrafi boechari menyimpulkan peninggalan itu berkisar dari abad ke- 9-12 masehi. Di situs ini baru delapan bangunan yang telah dipugar, dan kesemuanya adalah bercorak Buddhisme. Kedelapan candi tersebut adalah Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Kembar Batu, Candi Astano, serta Telago Rajo.
![]() |
| Candi Kembar Batu |
Kompleks percandian Muaro Jambi terletak pada tanggul alam kuno Sungai Batanghari. Situs ini mempunyai luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai. Situs ini berisi 61 candi yang sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum dikupas (diokupasi). Dalam kompleks percandian ini terdapat pula beberapa bangunan berpengaruh agama Hindu. Di dalam kompleks tersebut tidak hanya terdapat candi tetapi juga ditemukan parit atau kanal kuno buatan manusia, kolam tempat penammpungan air serta gundukan tanah yang di dalamnya terdapat struktur bata kuno. Dalam kompleks tersebut minimal terdapat 85 buah menapo yang saat ini masih dimiliki oleh penduduk setempat. Selain tinggalan yang berupa bangunan, dalam kompleks tersebut juga ditemukan arca prajnyaparamita, dwarapala, gajahsimha, umpak batu, lumpang/lesung batu. Gong perunggu dengan tulisan Cina, mantra Buddhis yang ditulis pada kertas emas, keramik asing, tembikar, belanga besar dari perunggu, mata uang Cina, manik-manik, bata-bata bertulis, bergambar dan bertanda, fragmen pecahan arca batu mulia, serta fragmen besi dan perunggu. Selain candi pada kompleks tersebut juga ditemukan gundukan tanah (gunung kecil) yang juga buatan manusia. Oleh masyarakat setempat gunung kecil tersebut disebut sebagai Bukit Sengalo atau Candi Bukit Perak. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kompleks_Candi_Muaro_Jambi)
![]() |
| Telago Rajo |
Selain, penjelasan yang di atas yang menarik. Ada hal-hal menarik lainnya loh. Pertama, menurut penduduk setempat Telago Rajo tidak pernah kering meskipun musim kemarau. Kedua, Candi ini diklaim sebagai candi terluas di asia tenggara loh !!! dan banyak lagi. Dengan jarak tempuh kira-kira 1 jam perjalanan dari kota jambi, maka ayo ke candi muaro jambi !!!




asiik .. brrti dkt sm rumahmu dong?
BalasHapussekitar 1 jam perjalanan kak dengan kendaraan roda dua ,, :)
BalasHapus