Merbabu (3142 mdpl)

  Ada beberapa kenang - kenangan dari pendakian februari lalu, beberapa foto yang sempat saya ambil sewaktu mendaki gunung merbabu, tidak terlalu bagus memang. Maklum, hanya dengan kamera biasa. Sejenak, gambar-gambar ini membuat ingatan saya kembali meraba memori tentang pendakian waktu itu. Sebuah proses jalan yang lelah dan berhenti untuk beristirahat di lembah yang damai (gambar 1) :
Pos 2 Jalur Pendakian Wekas
Skyline
   Perjalanan tidak berhenti di lembah ini, ketika kunang - kunang telah merasakan kantuknya dan kembali ke sarangnya, kami merangkak mencoba melihat garis indah yang dibuat oleh Allah swt (gambar 2). Semuanya dilanjutkan ketika surya telah mengeluarkan cahayanya. Cahaya yang menerangi dunia untuk penanda dimulainya hari. Inilah  Cahaya pagi, yang memanaskan tubuh dan menghangatkan suasana juga membuat indah tanaman yang ada. 

Bibir Tebing
     Tapi, beberapa saat kemudian raga ini  tersentak cukup dalam. Perjalanan ternyata masih panjang layaknya sebuah perjuangan dalam kehidupan. Sebuah usaha untuk mencapai keberhasilan dengan kegigihan dan keikhlasan. Merbabu menyuguhkan jalan liku di bibir tebing landainya yang memukau mata (gambar 3). Semua itu pasti ada ujung dan akhirnya. Layaknya perjalanan ini yang mencapai puncaknya. Ada cukup banyak puncak di Merbabu, ada yang bilang 5 dsb. Tapi yang saya tahu 3 (Syarif, Kenteng Songo, dan Triangulasi). Dan ini kenang - kenangan mengapa salah satu puncaknya diberi nama Kenteng Songo (gambar 4)
Kenteng Songo

 Pendakian ini mengajarkan banyak hal dan semakin membuat saya mengerti mengapa ketika seorang yang berjuang sedang dalam kesulitan, maka sementara mereka akan memilih untuk mendekatkan diri pada alam (salah satunya "naik gunung"). 


..."naik gunung bukanlah hobi dan naik gunung bukanlah ajang untuk menaklukan ketinggiannya, tapi naik gunung semata ingin bersahabat dengan alam, belajar dengan alam di tengah hiruk pikuknya dunia yang penuh akan kefanaan".... 
 

   



  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Kearifan Lokal (Hompongan) Suku Anak Dalam Provinsi Jambi”

Mentari di Rintikan Hujan

padamu kami berjanji...