cita "Aksi Rimbawan"


Lembaga Eksekutif Mahasiswa FKT UGM

       Meskipun ada banyak perdebatan mengenai pengalaman dan sejarah. Satu pihak bilang bahwa pengalaman adalah guru terbaik dan pihak lain mengatakan orang bodoh belajar dari pengalaman tetapi orang cerdas belajar dari sejarah. Irisan keduanya adalah pengalaman dan sejarah bagai 2 pasangan yang melekat dan sulit untuk dipisahkan karena keduanya secara tidak sadar telah melakukan simbiosis mutualisme. 
         Cerita dimulai ketika awal perjalanan saya sebelum menjadi Pembantu Umum Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM periode 2014. Lembaga dengan salah satu tanggung jawab utama sebagai wadah, memfasilitasi serta mengkoordinasi elemen mahasiswa yang ada di tingkat fakultas kehutanan. Tentunya semua bertujuan untuk sumbangan kegiatan hingga pemikiran yang kontributif bagi Fakultas dan dunia Kehutanan Indonesia ataupun masyarakat umum. Perjalanan menjadi Pembantu Umum tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, dengan banyak hal yang dilalui untuk mencapainya. Mulai dari isu kedaerahan, tawaran nepotisme pembagian kursi kepala departemen, ikut campur mendalam oknum suatu gerakan eksternal, hingga tantangan organisasi mahasiswa yang terus ada yaitu kemauan atau tekad berorganisasi mahasiswa.
Pengurus Harian LEM FKT UGM 2014
        Semua tantangan di atas yang justru menjadi penguat langkah untuk mengabdikan diri sebagai Pembantu Umum LEM FKT, teriring pula sebuah pesan dari senior yang kurang lebih berbunyi; “....teruslah berjuanglah untuk kebermanfaatan”. Pesan yang menjadi motivasi penting bagi saya sebelum memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai calon Pembantu Umum LEM FKT 2014. Sedikit kilas balik, sebelum mencalonkan perkembangan yang terjadi di fakultas sejak awal mahasiswa baru menjadi pelajaran berharga, apalagi kehidupan berorganisasi semasa mahasiswa baru yang dimulai dari Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Dalam beberapa kesempatan, mencoba menimba ilmu dengan mengikuti ajang kepanitiaan dan organisasi tingkat universitas. Hal ini tentunya memberi pelajaran sekaligus acuan untuk mengembangkan potensi diri yang lebih bermanfaat luas.
Keluarga Besar LEM FKT 2014
    Banyaknya tantangan seperti yang telah tertulis di atas justru menjadi semangat untuk meluruskan niat. Apalagi, lewat bantuan beberapa kawan setia yang bersama memiliki niat untuk menularkan manfaat melalui LEM FKT selama 1 tahun kepengurusan. Alhamdulillah proses pemilihan hingga kepengurusan dilewati selama 1 tahun kepengurusan. Lewat sebuah guratan nama kabinet "Aksi Rimbawan", cita-cita sederhana dan mimpi-mipi besar mulai diukir selama 1 tahun kepengurusan. Tentunya ada banyak hal yang dicita–citakan untuk lembaga dan fakultas. Namun, semua disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan dari tiap elemen LEM FKT dan mahasiswa Fakultas Kehutanan. Ada banyak keberhasilan yang tentunya atas sumbangsih kawan-kawan mahasiswa Kehutanan UGM serta ada pula banyak kekurangan yang tentunya berasal dari kelemahan saya sebagai Pembantu Umum. 1 tahun itu telah terlewati, banyak cerita yang mungkin tidak bisa diurai satu per satu serta banyak khilaf yang mungkin belum sempat untuk dimaafkan. Semoga kehadiran Aksi Rimbawan di tahun 2014 menjadi pengalaman berharga dan sejarah yang bagi estafet kepengurusan selanjutnya. Terima kasih dan mohon maaf atas kurangngya Pembantu Umum LEM FKT 2014 kala itu.

Salam Hap Hap Hap :)
*Harmoniskan Apapun Perbedaannya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Kearifan Lokal (Hompongan) Suku Anak Dalam Provinsi Jambi”

Mentari di Rintikan Hujan

padamu kami berjanji...