rumah Allah di bumi Anoa
Mesjid Al Alam, Kota Kendari
Kendari, kota bertaqwa", tidak sulit bagi kita menemukan slogan ini di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Slogan yang ikut serta tampil dalam beberapa papan reklame besar di pusat kota. Kota bertaqwa tentunya menjadi tujuan mulia yang ingin dicapai Kota Kendari. Dengan posisi dimana Kendari adalah ibukota Provinsi, tentunya tercapainya kota bertaqwa di Kendari akan menyebarkan pengaruh positif ke Kota/Kabupaten se-Sulawesi Tenggara. Sebetulnya, nilai-nilai taqwa di Sulawesi Tenggara tersirat dari bangunan Mesjid-mesjid yang indah. Seiring memfasilitasi hamba Allah untuk meningkatkan ketaqwaan, estetika dari Mesjidnya juga menarik pandangan. Bangunan Mesjid yang indah dan menyejukkan hati di tengah padatnya nafsu dunia.
Mesjid Kaimuddin, Ds Nanga-nanga, Kota Kendari
Mesjid Agung Al Imran, Andoolo
|
Alhamdulillah dalam beberapa kesempatan, mengunjungi beberapa Mesjid yang menjadi pusat pengembangan nilai-nilai ketaqwaan di beberapa wilayah Sultra. Dimulai dari Mesjid di dekat lokasi bekerja, di Desa Nanga-nanga, Kota Kendari. Ada 1 Mesjid yang indah, warga sekitar menamainya Mesjid pak Kaimuddin. Kaimuddin atau La Ode Kaimuddin adalah salah satu Gubernur Sultra yang karyanya sangat dikenang kebanyakan masyarakat Sultra. Tentunya karena prestasi dan karya yang telah beliau torehkan selama memimpin bumi Anoa. Berjarak sekitar 10 menit dari Kantor Gubernur Sultra, Mesjid akan ditemui dengan mudah di pinggir jalan raya. Selanjutnya kita beranjak ke arah selatan, Andoolo atau ibukota Kabupaten Konawe Selatan. Disini terdapat Mesjid Agung Al Imran, dengan corak warna hijau yang menyejukkan. Mesjid ini berlokasi di Jalan Poros Andoolo-Tinanggea, tidak sulit untuk menemukan Mesjid ini ketika telah sampai di pusat kota Andoolo.
Mesjid Agung Al Munajat, Raha
Mesjid Nurul Yaqin, Pasarwajo, Buton
|
Ketika bersandar di Pelabuhan Raha, Sambil memandang laut dari atas kapal Jetliner atau kapal cepat akan tersuguhkan kubah emas dari Mesjid Agung Al Munajat, Raha, Kabupaten Muna. Jaraknya dari pelabuhan Raha tidak terlalu jauh dengan berjalan kaki. Kemudian bergeser ke arah timur, di pulau Buton tepat di dalam Keraton Wolio Kesultanan Buton. Kita akan menemukan sebuah Mesjid dengan nilai sejarah tinggi, Mesjid Agung Keraton Buton atau Mesjid Tua Keraton. Mesjid yang menjadi lambang kejayaan islam di Pulau Buton ini dikenal pula sebagai Mesjid tertua di Sulawesi Tenggara. Mesjid yang dibangun di tahun 1712 oleh Sultan pertama Buton Kaimuddin Khalifatul Khamis (1427-1473). Hanya saja masjid ini pernah terbakar dalam perang saudara di Kesultanan Buton. Selanjutnya, Sultan Sakiuddin Darul Alam, yang memenangi perang tersebut membangun Masjid Agung Wolio untuk mengganti masjid yang terbakar. Sebelum beranjak kembali ke daratan Kendari dan sekitarnya, disempatkan untuk mampir di Kabupaten Buton. Berlokasi di Pasarwajo, Kabupaten Buton terdapat Mesjid Raya Nurul Yaqin. Tidak sulit menemukan Mesjid ini karena lokasinya yang terletak di pinggir jalan raya.
Mesjid Agung Wolio, Keraton Buton
![]() |
| Mesjid Babussalam, Unaaha, Konawe |
Kembali ke daratan Kendari dan sekitarnya, kita beranjak sedikit ke utara, tepatnya di Unaaha, Ibukota Kabupaten Konawe. Mesjid dengan ciri khas warna biru ini menjadi pilihan yang tepat untuk singgah dan sholat ketika mampir di Unaaha. Untuk menemukan Mesjid ini pun tidaklah sulit, karena lokasinya yang berada di pusat kota dan bersebelahan dengan arena ex-STQ Kabupaten Konawe. Terakhir dalam edisi kali ini, adalah Mesjid yang akan menorehkan sejarah baru di Bumi Anoa. Karena Mesjid ini dibangun di atas laut sekitar Teluk Kendari, Mesjid terapung ini bernama Mesjid Al Alam. Kondisi terkini, Mesjid ini masih dalam proses pembangunan dan baru digunakan sekali ketika pelaksanaan Sholat Idul Fitri tahun 2017. Kelak, ketika rampung Mesjid ini akan menjadi salah satu ikon Kota dan tak kalah dari Kota Makassar dengan Mesjid terapungnya, Mesjid Amirul Mukminin (Mesjid terapung pertama di Indonesia). Sesungguhnya masih ada banyak Mesjid indah nan bernilai sejarah tinggi di bumi Anoa, insha Allah akan dikunjungi di lain kesempatan. Salah satu harapan terpenting di balik indah dan megahnya Mesjid-mesjid ini tentunya adalah persatuan umat Muslim untuk meramaikannya, untuk singgah serta sholat dan meningkatkan nilai ketaqwaan kepada Allah SWT. Maka, slogan Kendari Kota Bertaqwa tidak hanya berlaku di Kendari tapi akan menyebar ke penjuru-penjuru bumi Anoa, bumi yang dianugerahi keindahan oleh Allah. salam.
*beberapa kutipan atau data sejarah diambil dari wikipedia.org


Komentar
Posting Komentar